JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat terjadi 62 peristiwa pelanggaran HAM dan kekerasan terkait pemilu presiden (pilpres) selama Mei-Juni 2014. Bahkan, penyebaran kebencian dinilai telah merusak kampanye pilpres.
“Yang menjadi keprihatinan kami,, dari 62 peristiwa itu paling banyak adalah penyebaran kebencian, yaitu 43 peristiwa. Penyebarannya melalui media sosial, media online,” kata Kepala Biro Pemantauan dan Dokumentasi Kontras Ananto dalam diskusi bertema “Kampanye Hitam vs Kampanye Mendidik” di Kantor Kontras, kemarin. Menurut Ananto, peristiwa-peristiwa itu dikatagorikan penyebaran kebencian atau hate speech, karena memenuhi tiga unsur yaitu punya tujuan, melakukan penghasutan, dan menghasilkan penilaian yang menyesatkan masyarakat. “Pelanggaran HAM dalam Pilpres 2014 ini sudah memprihatinkan. Bawaslu, KPU, Polri dan Komnas HAM harus bertindak tegas. Kontras merekomendasikan KPU dan Bawaslu menindaklanjuti temuan peristiwa pelanggaran HAM dan penyebaran kebencian,” tandasnya. Terpisah, pengamat pemilu yang juga Manajer Program Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto mengatakan pada kampanye pilpres kali ini, kampanye hitam dan penyebaran kebencian sudah demikian masif. Hal itu karena diduga pelakunya adalah pribadi- pribadi bukan angggota tim sukses capres, melainkan para pendukung fanatik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar